Attitude, dalam bahasa Inggris — setau saya — berarti tingkah laku.
Attitude lebih banyak dimaknai sebagai sifat atau karakter
profesionalisme dalam mengemban tugas atau kewajiban. Lain dengan
implementasi yang diajarkan oleh lembaga pendidikan kepribadian yang
sering menonjolkan sikap berperilaku atau norma yang normatif dalam
bergaul, attitude lebih menekankan ke dalam jiwa atau hati nurani dalam
menjalankan segala perilaku yang berhubungan dengan tugas tersebut.
Attitude erat sekali hubungannya dengan status atau profesi. Seseorang
yang bersikap sopan santun, belum tentu memiliki attitude bagus jika
prestasi kerjanya buruk. Sebaliknya, seseorang yang memiliki atttitude
tinggi, belum tentu juga memiliki sikap yang santun. Sikap attitude
lebih tampak dalam sikap mempertanggungjawabkan atau menjunjung tinggi
nilai-nilai profesionalisme. Orang yang memiliki attitude tinggi sangat
memperhatikan tindakan-tindakan untuk menjaga tanggung jawab profesinya,
tidak saja dengan cara yang benar, tapi juga niat yang benar. Selain
itu senantiasa bekerja dan berkarya dengan hati nurani, dengan kecintaan
yang tinggi pada profesinya, serta tanggung jawab yang besar akan hasil
dan pengaruhnya kepada masyarakat.
Rendahnya kualitas attitude akan menyebabkan rendah pula kualitas
kinerja dan prestasi. Sehingga menjadikan hasil pekerjaan menjadi tidak
optimal.
melatih berpikir : konteks, atribusi, dan perceived behaviour
mana diantara ketiga hal itu yang paling berpengaruh dalam dinamika sosial?
manusia selalu berada dalam lingkup waktu dan konteks peristiwa yang
selalu hidup dari kontribusi perilaku antar manusia dan fenomena aktif
yang terus bekerja membentuk kejadian.
mengapa satu peristiwa bisa menjadi satu pengalaman, membangun pengetahuan, berkembang menjadi keilmuan, atau membentuk sejarah?
hal ini adalah karena manusia secara aktif membentuk diri dan
lingkungannya. dengan atribusi sosial yang bekerja secara aktif,
mempengaruhi kita dalam membentuk sikap dan perilaku kita, dan dapat
merubah karakter dan kebiasaan yang kita miliki.
lebih sering kebanyakan orang bekerja dengan template kognisi perceived
behavior yang bekerja aktif dibandingkan dengan membentuk dan memiliki
sikap sendiri. dan parahnya lagi, perceived behavior ini tidak hanya
bekerja dalam lingkup perilaku saja, tapi kebanyakan sudah menjadi cara
berpikir, membentuk sudut pandang yang kaku.
akhirnya, tak ada yang tahu atau mampu memahami konteks dan peristiwa
yang ada di sekelilingnya dengan sebenar-benarnya, secara jujur, dan
menjadi jeli.
melatih berpikir :
hanya sebuah upaya pencahayaan, untuk diri sendiri, agar tidak terjebak dalam perceived behavior template bentukan lingkungan,
dan kehilangan jati diri.
semoga bisa mencerahkan siapapun juga.
manusia, dunia, dan pertanggungjawaban atasnya.
own definition:
konteks : kerangka waktu dan situasi dari peristiwa berkaitan dengan
situasi sosial, peristiwa, dan manusia yang terlibat di dalamnya
atribusi : apa yang dipandang orang lain dari diri orang lain, bisa
menjadi satu label. dilakukan secara aktif dan alami dalam mekanisme
sosial psikologi sebagai wadah dari manusia dalam memahami
lingkungannya. membagi manusia berdasarkan label-label sosial yang ada.
perceived behaviour : pandangan untuk membuat suatu perilaku yang
dianggap diharapkan oleh orang lain untuk kita lakukan. dipengaruhi oleh
keberadaan dan pengaruh sejumlah komponen yang dianggap signifikan oleh
individu tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
comment yang banyak